Minggu, 02 Oktober 2016

Tidak Adanya Fasilitas Truk Sampah ke Gang Menyebabkan Warga Gang Kosasih Bogor Membakar Sampah


    Pendahuluan 

Latar Belakang 
                makalah ini saya tujukan khususnya untuk masyarakat dan pemerintah yang sangat berperan dalam menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar. adanya sampah bukan lagi menjadi masalah baru bagi masyarakat indonesia, kurangnya kesadaran masyarakat dan fasilitas pemerintah yang tidak memadai menyebabkan sampah melimpah ruah di jalan jalan atau di tempat tempat yang bukan untuk sampah. pencemaran semakin merajalela apabila kita sebagai masyarakat tidak ikut serta dalam membenahi masalah sampah ini.
Rumusan Masalah
 
                 mungkin di sebagian tempat sudah ada fasilitas yang memudahkan warga untuk membuang sampah atau mengolahnya jadi barang yang berguna, adanya truk sampah yang mengangkut sampah tiap harinya dapat membuat tempat sampah di perumahan perumahan tidak tertimbun. bagaimana apa bila rumah kita di dalam gang yang sempit? mobil pun tidak muat untuk masuk kedalam gang, apalagi truk sampah?.,Dalam makalah ini akan dibahas selanjutnya mengenai permasalahan :
1. mengapa warga gang kosasih membakar atau membuang sampahnya ke sungai?
2. apa langkah yang di ambil warga gang kosasih untuk menaggulangi sampah di gang kosasih?
3. apa dampak yang timbul apabila warga tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan?
4. apa pendapat pemerintah sekitar tentang fenomena ini?
Tujuan Penulisan

1. Mengetahui mengapa warga gang kosasih membakar atau membuang sampah ke sungai.
2. Mengetahui apa langkah yang di ambil warga gang kosasih untuk menaggulangi sampah di gang kosasih?
3. Mengetahui apa dampak yang timbul apabila warga tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan?
4. Mengetahui apa pendapat pemerintah sekitar tentang fenomena ini?

ISI
Kebiasaan membuang sampah di gang kosasih

Pasti kita semua tidak asing dengan istilah sampah, bukan hanya di gang kosasih saja mungkin di lingkungan kalian juga banyak terdampar sampah sampah berserakan, atau mungkin salah satu yang membuang sampah itu anda. Sampah merupakan salah satu permasalahan terbesar di Negara kita ini. Bagaimana tidak, kesadar masyarakat kita masih kecil untuk sekedar membawa sampah ke tempat sampah saja sangat berat sekali, di tambah lagi keberadaan tempat sampah yang langka menyebabkan kita semakin malas untuk membuang sampah pada tempatnya.
Namun untuk saat ini Alhamdulillah sudah ada gerakan pemerintah dalam menangani masalah sampah, seperti di sediakan tempat sampah yang banyak, di berikannya sepanduk sepanduk agar tidak membuang sampah sembarangan, menyediakan truk sampah yang mengangkut sampah sampah apabila di tempat pembuangan sampah sudah penuh, juga memberikan hukuman apabila ada pelanggaran pembuangan sampah sembarangan.

Di gang kosasih gunung batu, tampat saya tinggal tidak ada fasilitas dari pemerintah untuk menanggulangi sampah, bukan karna tidak bagusya pemerintahan di kota bogor, namun karna gang kosasih ini tidak ada akses jalan yang luas untuk membuat fasilitas fasilitas untuk menanggulangi masalah sampah. oleh karna itu masyarakatlah yang harus berinisiatif menangani masalah sampah di gang ini. Salah satu inisiatif warga adalah dengan cara membakar sampah.
Awalnya hanya gundukan kecil sampah, sampai masyarakat mengira bahwa itulah tepat sampah rumah tangga di kumpulkan, makin menumpuknya sampah membuat tempat tinggal tidak nyaman dan memutuskan untuk membakarnya. Bahkan ada sebagian warga yang rumahnya lebih dekat ke sungai lebih memilih membuang sampahnya kesungai

Dampak membakaran sampah

Tentunya, masyarakat sudah sering melihat adanya asap yang membumbung hasil dari pembakaran sampah. Entah itu di lingkungan rumah warga atau di pekarangan sendiri. Sampah yang dibakar dapat berupa apa pun, mulai dari plastik, sampah rumah tangga, atau kayu. Mudah dan cepat. Selain itu, orang-orang juga berpikir bekas pembakaran dapat dijadikan pupuk alami.
Namun, pembakaran sampah bukanlah hal yang sepele. Meski banyak orang memilih langkah ini, cara tersebut nyatanya sama sekali bukan hal yang benar. Tak hanya menghasilkan kabut asap yang bisa mengurangi jarak pandang dan kenyamanan, membakar sampah juga memiliki dampak yang sangat buruk untuk lingkungan dan kesehatan.
Semua racun hasil pembakaran sampah akan disebar ke atmosphere lalu dihirup secara terus menerus oleh semua mahkluk hidup. Tak hanya itu, racun tersebut juga akan mengendap dalam tanah dan akhirnya bisa memasuki rantai makanan. Dampaknya mungkin tak langsung terlihat, tetapi berbagai zat beracun itu bisa saja sudah mulai memengaruhi tubuh yang akhirnya menimbulkan suatu penyakit. Jadi, haruskah kita mengatasi sampah dengan cara yang justru membahayakan kelangsungan hidup diri sendiri dan generasi masa depan?

Pendapat masyarakat sekitar

Menurut masyarakat yang saya tanyai tentang masalah ini kebanyakan menjawab “mau bagaimana lagi” yang mencerminkan bahwa tidak ada jalan lagi untuk menanggulangi masalah sampah di daerah sini. Sempat saya mewawancarai ayah saya sendiri selaku masyarakat beliau berkata bahwa “ini adalah jalan satu satunya yg bisa dilakukan untuk masalah sampah” dan sempat juga saya menanyakan kepada pak beben selaku ketua rt.01 bahwa memang benar ini adalah salah satu jalan untuk menanggulangi sampah , namun ini bukan satu satunya, karna ada lagi jalan selain ini yaitu kerja bakti, namun tetap saja pada akirnya sampah sampah dibakar.

Penutup
Kesimpulan
Kebiasaan membuang sampah di masyarakat sudah merajalela, namun di antara itu semua kita harus menjadi salah satu masyarakat yang paham akan pentingnya menjaga lingkungan. Bukan karna adanya uu tentang membuang sampah tapi harus ada terbesit rasa cinta terhadap bumi kita agar tidak mencemari lingkungan. Masalah di gang rumah saya ini mungkin bukan satu satunya, mungkin di kalangan rumah anda juga masih ada contoh masalah social seperti ini. Kita harus membuang sampah pada tempat yang telah di sediakan, dan apabila tempatnya pemerintah belum menyediakan, kita lah yang harus menyediakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar